Pages

Parkir Liar. Membantu Atau Malah Mengganggu?



Pernah parkir liar nggak? Kayaknya kosong sih, waktu keluar dari toko atau minimarket, eh tiba-tiba disamperin orang nggak dikenal yang yang langsung nodong minta uang. “Dua ribu parkirnya, mas”. Begitu biasanya dia bilang. Yap , siapa lagi kalau bukan juru parker (jukir) liar.
Setelah menerima uang, bukanya membantu mengeluarkan motor, si “jukir ghaib” itu langsung hilang aja. Hmm, emang bikin kesel ya guys! 

Disadari atau tidak fenomena seperti itu sering terjadi dalam kehidupan sehari – hari. Oknum – oknum pendiri parkir liar dan jukir ghaib tersebut tentu melihat peluang yang besar. Misalnya memanfaatkan lahan kosong dekat sekolah, dekat mall, hingga parkiran minimarket. Padahal semestinya nggak semua lahan bisa dijadikan tempat parkir, soalnya banyak syarat yang harus dipenuh. Misalnya surat permohonan sampai fotokopi surat izin usaha. Terkecuali juru parkir yang tidak resmi, karena tidak perlu terdaftar didinas perhubungan dan bebas menentukan lahan parkir (yang memungkinkan).

Sudah jelas bukan? parkir liar atau parkir tidak resmi memang cukup meresahkan masyarakat. Mulai dari tarif yang nggak punya otak, kurang bertanggung jawab jika terjadi hal – hal buruk pada kendaraan kita, sampai juru parkir yang gak memberikan pelayanan maksimal.
Menurut kamu, Parkir liar itu membantu atau malah mengganggu? Share pendapat kamu dikolom komentar ya. :D